Pria Pilih Model Rambut Plontos karena Takut Botak?

Kompas.com - 12/04/2011, 22:41 WIB

KOMPAS.com — Pria memerhatikan faktor kenyamanan dalam berpenampilan, termasuk urusan rambut. Memiliki rambut rontok dan menipis yang berujung pada kebotakan adalah masalah besar bagi pria. Tak sedikit pria yang tak percaya diri tampil botak pada bagian tertentu di kepalanya, padahal usianya masih muda. Menurut catatan merek perawatan rambut asal Paris, Kerastase, sejak 12 tahun lalu pria memiliki perhatian khusus untuk rambutnya. Perawatan rambut dan kulit kepala pun semakin banyak dilirik pria.

"L'Oreal Advanced Research di Paris melakukan penelitian selama 10 tahun, dan pada akhirnya pada tahun 2005 lalu meluncurkan perawatan kerontokan rambut. Berdekatan dengan penelitian ini, pria, sejak tahun 1999, juga mulai memerhatikan masalah rambut, terutama kerontokan dan kebotakan. Mereka cenderung mulai melakukan perawatan untuk mencegah terjadinya kerontokan yang lebih parah," jelas Ivonne Vania, Product Manager Kerastase, di sela peluncuran inovasi terbaru Kerastase untuk perawatan kerontokan rambut di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Iwet Ramadhan (30), presenter, adalah salah seorang pria yang mengaku menghadapi persoalan kerontokan dan kebotakan rambut. "Papa punya masalah kerontokan rambut, jadi masalah ini lebih disebabkan karena genetik pada saya. Problem paling utamanya adalah hairline makin mundur," tutur Iwet kepada Kompas Female di sela-sela acara.

Iwet sudah mencoba berbagai cara untuk melawan kerontokan selama belasan tahun. Maklum, saat masih berseragam abu-abu, masalah kerontokan rambutnya itu sudah menunjukkan tanda-tanda. Pengobatan tradisional khas Indonesia dan China pernah dilakukan Iwet untuk mencegah kerontokan lebih parah. Metode suntik pun pernah ia lakukan, meski akhirnya tak dilanjutkan karena khawatir bisa memengaruhi hormonnya.

"Rambut rontok dan kebotakan menjadi masalah utama bagi pria. Tidak nyaman rasanya jika usia masih muda, namun rambut sudah mulai botak," katanya. Menurut Iwet, tak sedikit laki-laki yang mengalami masalah rambut rontok dan kebotakan. Salah satu jalan keluar yang banyak dipilih adalah mengakali style rambut. "Karena punya masalah kerontokan dan kebotakan, pria cenderung memplontos habis rambutnya," lanjutnya.

Karena banyak pria mulai memerhatikan perawatan rambut, tak heran jika Kerastase menunjuk sejumlah pria sebagai bagian dari keluarga Kerastase. Selain Iwet, ada juga Nicholas Saputra, Rio Febrian, dan Marcellino Lefrandt yang menjadi bagian dari Kerastase Family. Kebotakan pada pria bisa diatasi asalkan tepat memilih perawatan rambut. Pria pun sah saja merawat penampilan, termasuk rambut yang kadang luput dari perhatian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau